Popular Posts

OUR FRIENDS

Tampilkan postingan dengan label SPORT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPORT. Tampilkan semua postingan

Asal Mula Tukar Menukar Kostum Bola

27 Jul 2012

Tukar Kostum
BANGDEX NEWS | DI masa jayanya, Pele, legenda sepakbola asal Brasil, ibarat magnet. Aksi-aksinya di lapangan selalu memukau penonton maupun pemain lawan. Dengan lincah dia mengocek bola dan berkelit dari hadangan pemain lawan. Tapi, usai pertandingan, tak selalu mudah baginya untuk meninggalkan lapangan sebelum memberikan apa yang paling melekat pada dirinya: kaos.

Di level liga, Pele selalu menjadi buruan para pemain lawan. Ketika merumput di klub New York Cosmos di Liga Sepakbola Amerika Utara, setelah bermain selama 18 musim di klub Santos, semua pemain ingin bertukar kaos dengan Pele. Saking banyaknya Cosmos harus memberikan kaos Pele kepada semua pemain lawan usai pertandingan.

“Pele adalah daya tarik utama. Kadang-kadang kami harus membawa 25 sampai 30 kaos untuk setiap pertandingan. Jika tidak, kami tak akan pernah keluar dari stadion dalam keadaan hidup,” ujar Gordon Bradley, pelatih Cosmos pada 1971-1975 dan 1977, seperti dikutip www.fifa.com.

Tukar-menukar kaos yang paling dikenang terjadi antara Pele dan kapten legendaris Inggris Bobby Moore di akhir pertandingan final Piala Dunia di stadion Jalisco, Guadalajara, Meksiko, 7 Juni 1970. Ketika itu Brasil menang 1-0 lewat gol Jairzinho.

“Ini sebagai tanda saling menghormati. Meski bukan yang pertama, momen ini membuat tukar-menukar kaos populer dalam sepakbola modern,” tulis Daryl dalam “World Cup Moments: Pele and Bobby Moore Swapping Shirts in 1970”, www.worldcupblog.org.

Situs resmi badan sepakbola dunia (FIFA), lewat tulisan “Swapping Shirts and Anecdotes”, menyebut tukar-menukar kaos antarpemain sudah dilakukan pada 14 Mei 1931 saat pertandingan persahabatan antara Prancis lawan Inggris di Colombes, Paris. Tim Prancis meminta kaos tim Inggris untuk merayakan kemenangan mereka, 5-2. Tapi ia mulai menjadi tradisi sejak Piala Dunia 1954 di Swiss.

Tentu saja ini bukan ketentuan wajib. Setiap pemain boleh saja menolak bertukar kaos. Yang aneh kalau pelatih melarang pemainnya bertukar kaos. Pelatih Inggris Alf Ramsey melarang keras pemainnya bertukar kaos dengan pemain Argentina setelah pertandingan babak perempatfinal Piala Dunia di Wembley, Inggris, 23 Juli 1966.

Dalam 100+ Fakta Unik Piala Dunia, larangan itu bermula ketika Roberto Perfumo menjatuhkan seorang pemain Inggris dari belakang. Wasit Rudolf Kreitlein siap bertindak ketika Antonio Rattin, kapten tim nasional Argentina, datang dan memprotes dengan isyarat-isyarat tertentu kepada wasit. Tiba-tiba saja, wasit asal Jerman Barat itu mengusir Rattin dari lapangan.

Merasa tak berdosa, Rattin bertahan di lapangan. Dia baru keluar setelah beberapa ofisial FIFA, di antaranya Ken Aston, dan polisi turun tangan. Saat meninggalkan lapangan, sempat-sempatnya dia mengelap tangan ke bendera di sudut lapangan dan duduk di ujung karpet merah yang menuju ke bangku Ratu Elizabeth.

Perilaku Rattin dan tim Tanggo membuat pelatih Inggris geram. Seusai pertandingan, Ramsey masuk ke lapangan dan mencegah George Cohen bertukar kaos dengan Perfumo. Ramsey berkata: “We don’t swap shirt with animals!”

Dalam sebuah wawancara Ramsey berkata: “Permainan sepakbola kami yang bagus akan keluar saat berhadapan dengan tim yang datang untuk bermain, bukan berlaku seperti binatang.”

Dengan alasan berbeda, larangan muncul dari pelatih tim Albania usai timnya bertanding lawan Spanyol di babak kualifikasi Piala Dunia 1993. Tukar kostum setelah menjalani pertandingan penting sudah menjadi tradisi di sepak bola. Bahkan, penolakan terhadap tradisi itu bisa dianggap menodai sikap fair play. Namun, apa mau dikata kalau kostum yang dimiliki memang terbatas.

Nali, itulah yang dialami timnas Honduras sesudah melakoni laga uji coba melawan Belarusia di Villach pada 27 Mei. Setelah pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 2-2. para pemain Honduras menolak menukar kostum dengan pemain Belarusia

Keputusan itu tentu mengagetkan kubu Belarusia. Apalagi, larangan bertukar kostum tersebut ternyata dalang dari Manajer Timnas Honduras Osman Madrid. Mereka menilai, keputusan itu arogan.Tapi, setelah diusut, rupanya, Honduras mengambil sikap tersebut karena terpaksa. Sebab, mereka tidak punya cadangan kostum yang memadai.

Wakil dari Zona CONCACAF yang tergabung di grup H bersama Spanyol. Swiss, dan Cile di Piala Dunia 2010 tersebut, tampaknya, berangkat ke Belarosia untuk melakoni pertandingan persahabatan dengan jumlah kostum yang minim.Karena insiden itu. timnas Honduras kini meminta kiriman kostum tambahan dari negaranya. Mereka tidak ingin kembali malu saal menghadapi Azerbaijan pada laga uji coba pada 2 Juni berikutnya.

Badan sepakbola dunia (FIFA) tak pernah bikin aturan soal pelarangan tukar kostum. Kecuali pada Piala Dunia 1986, FIFA melarang tukar kaos karena tak ingin melihat pemain “telanjang dada” di lapangan. FIFA menyarankan agar bertukar kaos dilakukan di ruangan ganti.
Menariknya, ada pemain yang hobi mengoleksi kaos pemain lawan. Salah satunya Jeff Agoos, pemain Amerika Serikat, yang mengumpulkan lebih dari 400 kaos selama 14 tahun kariernya sebagai pesepakbola. “Rasanya aneh mengoleksi souvenir ini, tapi ia mengingatkan pada momen sangat spesial, terutama ketika Anda bermain melawan negara atau klub besar lain,” ujarnya, seperti dikutip www.fifa.com.

Kiper Scarborough FC, Leigh Walker, menganggap bertukar kaos dengan seorang pemain besar menjadi kebanggan tersendiri. Pada 24 Januari 2004, ketika Scarborough FC melawan tuan rumah Chelsea di Piala FA, Leigh bertukar kaos dengan kiper Chelsea, Carlo Cudicini. Cudicini sempat menandatangani dan menuliskan testimoni: “Untuk Leigh, keberuntungan terbaik sepanjang musim.” Sialnya, sesampai di rumah, ibunya mencuci kaos yang kotor oleh lumpur itu. Leigh merasa bersalah dan berpikir untuk meminta Carlo menandatanganinya lagi.

Tak semua pemain suka bertukar kaos. “Saya tak ingat apakah pernah bertukar kaos dengan pemain lain setelah pertandingan. Tampak konyol jika Anda seorang pemain berpengalaman,” kata mantan pemain Manchester United dan gelandang Republik Irlandia Roy Keane seperti dikutip www.fifa.com.

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo termasuk yang pelit, padahal setiap pemain berharap bisa bertukar kaos dengannya. Andrey Arshavin pernah mendapat penolakan dari Ronaldo ketika Rusia bertemu Portugal dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2006. Ronaldo bilang, “Saya tak pernah menukar kaos dengan siapa pun,” kata Arshavin menirukan Ronaldo kepada Russia’s Sport channel seperti dikutip www.rt.com.

Arshavin sendiri bukanlah kolektor kaos pemain lawan. Dia melakukannya demi pelatih masa kecilnya, Sergey Gordeev, yang mengoleksi kaos nomor 9. Arshavin bisa bertukar kaos dengan Fernando Torres selepas pertandingan Arsenal kontra Liverpool pada 21 April 2009. “Saya akan mengirimkan kaos ini ke St. Petersburg lewat bantuan seorang teman,” kata Arshavin seperti dilansir FourForTwo, 23 April 2009.
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tim Terbaik EURO 2012 Versi UEFA

3 Jul 2012

UEFA Champion League
UEFA telah memilih 23 pemain terbaik untuk mengisi skuad impian Piala Eropa 2012. Sebagai juara Eropa, Spanyol menyumbangkan pemain terbanyak, yakni 10 pemain.

"La Furia Roja" menyumbang pemain untuk tiap lini. Namun, yang mengejutkan, tidak ada nama Fernando Torres dalam tim terbaik itu. Padahal, striker Chelsea tersebut merupakan peraih gelar top skorer Piala Eropa 2012.

Mayoritas pemain yang dipilih berasal dari emifinalis. Hanya Steven Gerrard (Inggris) dan Zlatan Ibrahimovic (Swedia) yang ikut masuk ke tim tersebut, meski negaranya tidak lolos ke babak semifinal.

Tim pemilih merupakan beberapa sosok ternama di sepak bola dunia, seperti Fabio Capello, Gerard Houllier, Andy Roxburgh, Jerzy Engel, Dusan Fitzel, Lars Lagerback, Gyorgy Mezey, dan Holger Osieck.

Berikut pemain-pemain Tim Terbaik Piala Eropa 2012:

Kiper: Gianluigi Buffon (Italia), Iker Casillas (Spanyol), Manuel Neuer (Jerman)
Bek: Gerard Pique (Spanyol), Fabio Coentrao (Portugal), Philipp Lahm (Jerman), Pepe (Portugal), Sergio Ramos (Spanyol), Jordi Alba (Spanyol)
Gelandang: Daniele De Rossi (Italia), Steven Gerrard (Inggris), Xavi Hernandez (Spanyol), Andres Iniesta (Spanyol), Sami Khedira (Jerman), Sergio Busquets (Spanyol), Mesut Oezil (Jerman), Andrea Pirlo (Italia), Xabi Alonso (Spanyol)
Striker: Mario Balotelli (Italia), Cesc Fabregas (Spanyol), Cristiano Ronaldo (Portugal), Zlatan Ibrahimovic (Swedia), David Silva (Spanyol)
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Super Mario - Balotelli Bagian Dari Yahudi

Mario Balotelli
Kecemerlangan striker Italia, Mario Balotelli, di Piala Eropa 2012 membuatnya menjadi pujaan baru di mana-mana. Tak hanya di Italia, tetapi juga di Israel. Bahkan, Balotelli kini diklaim sebagai bagian dari Yahudi.

"Dia salah satu dari kami," kata komentator televisi Israel, Motti Kirschenbaum, seperti dilansir Globalpost.com.

"Dia tak lagi Mario. Mulai sekarang kami semua akan memanggilnya dengan nama Meyer," tambahnya. Kata "Meyer" adalah sebutan khas orang Israel untuk Mario.

Kenapa demikian? Balotelli dianggap Yahudi melalui garis keturunan ibu angkatnya. Ibu angkatnya, Silvia, adalah keturunan Yahudi.

Balotelli sebenarnya keturunan Ghana yang lahir di Sisilia. Saat berusia dua tahun, dia diadopsi oleh keluarga Balotelli. Ayah angkatnya adalah Thomas Balotelli dan ibu angkatnya Silvia.

Pada semifinal Piala Eropa 2012 melawan Jerman, Balotelli tampil gemilang. Dia mencetak dua gol dan membuat Italia menang 2-1, sekaligus lolos ke final. Tetapi, di final mereka kemudian dikalahkan Spanyol 0-4.

Setelah partai melawan Jerman, Balotelli mendatangi ibunya yang sengaja datang ke Warsawa untuk menyaksikan penampilan anak angkatnya itu. Balotelli mencium ibunya dan mengatakan, "Gol ini aku dedikasikan kepadamu, Mama."

Dalam wawancara dengan media, Balotelli menjelaskan, "Aku sudah lama menunggu momen seperti ini, terutama karena ibuku tak lagi muda dan sulit bepergian jauh lagi. Maka, aku harus membuatnya bahagia ketika dia datang ke sini (di pertandingan)."

Sebuah tabloid Israel, Yedioth Acharonoth, saat itu mengulas Balotelli dengan menulis, "Salah satu dari kami!"

Sementara Ma'ariv menulis, "Super-Mario's Uddische Mameh (Mama)."

Balotelli memang tak punya darah Yahudi. Namun, kedekatannya dengan ibu angkatnya membuat media Israel menilainya tak ubahnya sebagai seorang Yahudi, seperti halnya ibunya, Silvia.

Sementara dengan orangtua aslinya, Barwah, Balotelli tak terlalu dekat. Bahkan, dia pernah menunjukkan sakit hatinya karena merasa tak diurus.

"Jika aku tidak menjadi bintang sepak bola dengan nama Mario Balotelli, mereka (orangtuanya) tak akan peduli kepadaku," tulis Balotelli di akun Facebook.

Balotelli juga pernah menunjukkan seolah dirinya bagian dari garis keturunan ibu angkatnya, setelah tim Italia mengunjungi Auschwitz di Polandia. Itu merupakan kamp konsentrasi Nazi yang menjadi saksi pembantaian kaum Yahudi.

Silvia merupakan putri dari salah satu orang Yahudi yang selamat dari Holocaust. Kepada rekan-rekannya, Balotelli mengatakan bahwa ibunya, Silvia, masih menyimpan kotak berisi surat di bawah tempat tidurnya. Surat-surat itu kemungkinan ada hubungan dengan pembantaian itu dan Silvia tak mau mengatakan kepada siapa pun.

Setelah kunjungannya ke Auzchwitz itu, kelompok neo-Nazi mengecam Balotelli. Mereka mengatakan bahwa Balotelli adalah Yahudi kulit hitam yang seharusnya tak membela timnas Italia, tetapi timnas Israel.

Saat Balotelli bermain, suporter lawan juga pernah meneriakkan kata "Yid of monkey" kepadanya.

Sebab itu, justru Balotelli makin mendapat tempat di hati kaum Yahudi. Bahkan, mereka menganggap dia bagian dari mereka. Fans Balotelli di Israel juga semakin banyak.

Noa Segre, seorang pekerja di Jerusalem, mengaku selalu mengikuti kisah Balotelli sejak dia masih 10 tahun. "Tentu, saya tahu (dia)." katanya. Saya orang Italia. Sudah diketahui sejak lama (bahwa ibu angkat Balotelli keturunan Yahudi). Dia selalu diejek kaum rasialis karena dia hitam dan Yahudi, bahkan saat dia masih kecil di Milan. Kami semua tahu ibunya (angkat) adalah Yahudi yang takkan membiarkan dia bermain bola jika tak mau bersekolah," tuturnya.

Lior Shabo (35), seorang fans dari Jerusalem, berpendapat lain. Menurutnya, media Israel melebih-lebihkan hubungan Balotelli dengan Yahudi.

"Apa urusannya, ini? Tiba-tiba, kami semua bersikap seolah dia (Balotelli) bagian dari kami dan sebelumnya tak seorang pun mengikutinya. Sekarang, setelah kami tahu dia Yahudi kemudian bersikap seolah dia bagian dari kami. Sepekan lalu, dia tak ada hubungannya dengan kami. Saya tak suka ini," kata Lior Shabo.
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Andik Jadi Kapten Timnas U-22

Andik Vermansyah
JAKARTA - Gelandang Persebaya Surabaya, Andik Vermansyah, didaulat menjadi kapten tim nasional Indonesia U-22 yang akan tampil di babak kualifikasi Grup E Piala Asia U-22, karena jam terbangnya di level internasional lebih tinggi dibanding rekan-rekannya.

"Andik juga lebih senior, jadi dia bisa ditiru oleh pemain lain, baik dari segi permainan atau pengalaman. Dia juga kan sudah pernah bersama saya di timnas U-21, jadi dia sudah sangat paham dengan pola permainan tim," jelas pelatih timnas U-22, Aji Santoso, Senin (2/7/2012) malam.

Aji mengungkapkan, saat ini Andik sudah bergabung bersama timnas di Pekanbaru, setelah tidak ikut serta dalam uji coba terakhir melawan tim PON Riau beberapa waktu lalu akibat cedera.

"Tadi siang dia (Andik) sudah datang jam 14.00, dan sudah ikut latihan, dan sudah bisa lari-lari. Jadi nanti, dia kemungkinan akan bermain ketika melawan Australia di laga perdana timnas. Kita lihat saja perkembangan nanti," ungkap Aji.

Kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E diikuti oleh enam tim yakni Indonesia, Australia, Jepang, Makau, Singapura, dan Timor Leste. Indonesia akan memulai laga perdananya melawan Australia di Stadion Utama Riau pada 5 Juli mendatang.

Adapun, babak kualifikasi Piala Asia U-22 secara keseluruhan akan diikuti 41 negara yang dibagi ke dalam tujuh grup di Zona Timur dan Zona Barat. Hanya juara dan runner-up masing-masing grup, satu peringkat terbaik, plus tuan rumah yang akan lolos ke putaran final.
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sepakbola Italia Harus Di Revolusi

Prandelli
Roma - Italia gagal menjadi juara Piala Eropa 2012 usai kalah telak 0-4 dari Spanyol di final. Hasil yang mana membuka mata Cesare Prandelli jika saat ini sepakbola di negaranya sudah tertinggal jauh dan butuh perbaikan besar.

Tak diunggulkan di Polandia-Ukraina, Prandelli justru mampu membawa Italia tampil mengejutkan dan melaju hingga ke partai puncak. Tapi sayang penampilan Azzurri di laga puncak antiklimaks dan harus mengakui keunggulan mutlak Spanyol.

Italia memang tampil mengesankan dan membuat Prandelli bangga. Namun, pelatih 54 tahun itu merasa timnya tersebut sulit untuk meraih gelar jika masih berkutat dengan kondisi seperti sekarang.

"Kami adalah negara tua, dengan ide lawas dan kami harus punya kemauan untuk berubah. Kami datang ke turnamen ini dengan hasrat untuk berubah dan kami harus punya kekuatan untuk yakin. Meskipun itu sulit, kami harus menemukan caranya," tukas Prandelli di Football Italia.

"Kami sudah membangun tim nasional berdasarkan mental klub. Tapi mungkin kami masih belum siap untuk memenangi PIala Eropa. Tapi ketika kami punya keinginan untuk menang maka kami bisa menang lagi," sambungnya.

Kondisi yang dimaksudkan Prandelli adalah ia merasa kurangnya dukungan dari klub serta Lega Calcio untuk dirinya bisa memantau para pemainnya di klub. Selain itu pun ia menggaris bawahi soal pembinaan pemain muda di Italia yang tertinggal jauh dari negara macam Spanyol atau Jerman, yang dinilainya menghambat prestasi timnas level internasional.

"Kami harus menemukan para pemain yang punya potensial untuk menggantikan tempat pemain seperti Andrea Pirlo, bahkan jika saya harus berharap pemain yang sekarang bisa bermain dua tahun lagu lagi," tukasnya.

"Bersama dia, kami butuh pemain yang siap bermain dua tahun lagi. Tapi bagaimana para pemain itu bisa berkembang jika para pemain tersebut tidak mendapat kesempatan bermain di kompetisi Eropa."

"Kami ingin bekerja sama dengan para pemain itu dan melihat perkembangan mereka dalam waktu dua bulan. Jika saya hanya punya waktu tiga kali latihan bersama setiap dua bulan, maka saya tidak yakin bisa cukup baik bekerja. Saya pelatih yang bekerja di atas lapangan."

"Kami harus merevolusi sepakbola Italia. Kami melawan timnas Spanyol yang sudah bekerja secara konstan selama bertahun-tahun untuk sebuah proyek," pungkasnya.
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright BANGDEX NEWS 2012 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.