Popular Posts

OUR FRIENDS

Tampilkan postingan dengan label PETS AND ANIMAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PETS AND ANIMAL. Tampilkan semua postingan

Trulek Jawa, Burung Yang Sempat Dinyatakan Punah Oleh IUCN

25 Jul 2012

Trulek Jawa
BANGDEX NEWS | Trulek Jawa (Vanellus macropterus) adalah salah satu burung langka yang hanya terdapat (endemik) di Jawa. Burung dari famili Charadriidae ini pada tahun 1994 pernah dinyatakan punah (Extinct) oleh IUCN, namun sejak tahun 2000, statusnya direvisi menjadi “Kritis” (Critically Endangered; CR). Meskipun begitu, hingga kini keberadaan burung Trulek Jawa ini masih misteri antara punah atau belum.

Trulek Jawa (Vanellus macropterus) yang dalam bahasa Inggris disebut Javan Lapwing, Javanese Lapwing atau Sunda Plover hingga sekarang tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah spesies yang tersisa. Bahkan status “Kritis” (Critically Endangered; CR) yang diberikan oleh IUCN Redlist, hanya merupakan asumsi berdasarkan catatan-catatan yang dibuat pada tahun 1940. Berbagai penyelidikan dan penelitian yang dilakukan tidak satupun memperoleh bukti nyata keberadaan burung langka ini. Tetap menyisakan misteri
.
Burung ini terakhir tercatat keberadaannya pada tahun 1940 di Delta Sungai Citarum. Mungkin karena IUCN belum mensurvei ulang semua habitatnya, dan masih ada laporan-laporan keberadaan jenis ini dari penduduk setempat, maka IUCN belum berani menyebutnya sebagai jenis yang telah punah.

Ciri-ciri Trulek Jawa. Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) berukuran sedang, sekitar 28 cm. Bulunya berwarna coklat keabuan dengan kepala hitam. Punggung dan dada coklat keabuan, perut hitam, tungging putih. Bulu-bulu sayap terbang hitam, ekor putih dengan garis subterminal hitam lebar. Terdapat taji hitam pada bagian lengkung sayap. Iris coklat, paruh hitam, tungkai hijau kekuningan atau jingga. Satu hal yang khas dari burung ini adalah gelambir putih kekuningan yang nangkring secara elok di atas paruhnya.

Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) hidup berpasangan di padang rumput terbuka sepanjang pantai utara Jawa barat dan pantai selatan Jawa timur. Makanan burung endemik ini antara lain kumbang air, siput, larva serangga dan biji-bijian tumbuhan air.

Habitat Trulek Jawa. Burung yang terancam punah ini sering berada di sekitar daerah berair (tepi sungai, muara sungai, dan rawa) namun tidak menyukai air. Mereka sering terlihat justru sedang bertengger di tempat kering di sekitar lahan basah seperti ranting, bebatuan, dan rerumputan.

Beberapa daerah yang diduga didiami burung endemik berstatus krisis ini antara lain:
  • Hutan Sawangan, Petungkriyono, Pekalongan (Jawa Tengah); terakhir terlihat tahun 2001 oleh Tim Komunity Forestry Pekalongan.
  • Hutan Ungaran (Jawa Tengah).Merubetiri, Jember (Jawa Timur).
  • Lumajang (Jawa Timur); Di sini penduduk setempat menamainya “Plirik” dan menganggapnya sebagai burung keramat lantaran terdapat motif menyerupai keris pada sayapnya.
  • Pegunungan Halimun (Jawa Barat).

Burung endemik Pulau Jawa ini, meskipun dimasukkan dalam kategori “Kritis” (Critically Endangered; CR) tetapi keberadaannya masih misteri. Entah masih ada atau bahkan sudah punah. Hingga saat ini yang dapat dijumpai dengan mudah hanyalah spesimennya (awetannya) saja yang disimpan di Museum Zoologi, Cibinong.

Mudah-mudahan saja, burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) masih tersisa di salah satu sudut di pulau Jawa
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Heboh Seekor Ayam Bisa Melahirkan DI Srilangka

12 Jul 2012

BANGDEX NEWS | Bingung kan kok bisa ayam melahirkan  ? Seekor ayam betina selalu bertelur untuk bereproduksi. Telur itu kemudian dierami sekitar 21 hari hingga menetas dan mengeluarkan anak ayam. Tapi kisah ini memang benar adanya seperti pada laman BBC yang melaporkan bahwa

Pemberitaan media di Sri Lanka sedang dihebohkan oleh berita seekor ayam yang bereproduksi dengan cara 'melahirkan', bukan bertelur. Ayam betina itu mengeluarkan anak ayam hidup, seperti mamalia saat melahirkan.

Sayangnya, ayam betina itu mati beberapa saat setelah 'melahirkan' anaknya itu. Sementara, anak ayam yang dikeluarkan itu hidup dengan kondisi sehat.

Petugas dari dinas peternakan setempat mengatakan kasus itu baru pertama kali terjadi di Sri Lanka. Kepala dinas peternakan setempat, PR Yapa, memutuskan untuk meneliti fenomena janggal ini.

Bangkai induk ayam itu dibedah, diteliti sistem reproduksinya. Setelah bangkai ayam itu dibedah, baru misteri pada ayam betina itu terpecahkan.

Induk ayam itu ternyata bertelur seperti ayam biasanya. Namun, telur ayam itu tidak keluar seperti biasanya, melainkan tetap tertinggal di sistem reproduksi induknya.

Hasilnya, telur itu menetas di dalam tubuh ayam betina itu. Setelah menetas, anak ayam itu keluar dari induknya. Hasil bedah itu juga menunjukkan induk ayam itu mati karena 
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jenis Ayam Hutan Yang Paling Langka Di Dunia

9 Jul 2012

BANGDEX NEWS | Ayam hutan adalah nama umum bagi jenis-jenis ayam liar yang hidup di hutan. Dalam bahasa Jawa disebut dengan nama ayam alas, dalam bahasa Madura ajem alas, dan dalam bahasa Inggris junglefowl; semuanya merujuk pada tempat hidupnya dan sifatnya yang liar.

Ragam Jenis dan penyebarannya ada empat spesies ayam hutan yang menyebar mulai dari India, Sri Lanka sampai ke Asia Tenggara termasuk Kepulauan Nusantara. Spesies Ayam Hutan itu adalah:


1. Ayam hutan merah (Gallus gallus Red junglefowl)


Ayam-hutan merah atau dalam nama ilmiahnya Gallus gallus adalah sejenis burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 78cm, dari suku Phasianidae. Ayam betina berukuran lebih kecil, dengan panjang sekitar 46cm. Ayam-hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel yang panjang meruncing berwarna kuning coklat keemasan dengan kulit muka merah, iris coklat, bulu punggung hijau gelap dan sisi bawah tubuh berwarna hitam mengilap. Dikepalanya terdapat jengger bergerigi dan gelambir berwarna merah. Ekornya terdiri dari 14 sampai 16 bulu berwarna hitam hijau metalik, dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. sahabat anehdidunia.blogspot, Kaki berwarna kelabu dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua kekuningan dengan garis-garis dan bintik gelap.

Ayam-hutan merah tersebar luas di hutan tropis dan dataran rendah di benua Asia, dari Himalaya, Republik Rakyat Cina selatan, Asia Tenggara, hingga ke Sumatra dan Jawa. Ada lima subspesies yang dikenali. Di Indonesia, subspesies G. g. bankiva ditemukan di Jawa, Bali dan Sumatra.

2. Ayam Hutan Kelabu (Gallus Sonneratii Grey junglefowl)

Ayam hutan kelabu atau Gallus sonneratii adalah salah satu dari empat spesies ayam hutan. Ayam ini berukuran sedang, dengan panjang sekitar 80cm, dari suku Phasianidae. Ayam betina berukuran lebih kecil, dengan panjang sekitar 38cm. Ayam hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel berwarna kelabu berbintik hitam-putih dengan kulit muka merah, bercak putih di telinga, paruh kuning kecoklatan, iris mata kuning, ekor hitam keunguan dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Sisi bawah tubuh berwarna kelabu bergaris putih dan kakinya berwarna kuning kemerahan terang dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua dengan bulu-bulu seperti sisik berwarna putih kecoklatan di bagian sisi bawah tubuh.

Ayam hutan kelabu tersebar dan endemik di hutan tropis bercuaca kering di India bagian tengah, barat dan selatan. Ayam betina biasanya menetaskan antara tiga sampai lima butir telur berwarna putih atau putih kemerahan yang dierami oleh induk betina selama kurang lebih tiga minggu.

3. Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius Green junglefowl)

Ayam hutan hijau adalah nama sejenis burung yang termasuk kelompok unggas dari suku Phasianidae, yakni keluarga ayam, puyuh, merak, dan sempidan. Ayam hutan diyakini sebagai nenek moyang sebagian ayam peliharaan yang ada di Nusantara. Ayam ini disebut dengan berbagai nama di berbagai tempat, seperti canghegar atau cangehgar (Sd.), ayam alas (Jw.), ajem allas atau tarattah (Md.).

Memiliki nama ilmiah Gallus varius (Shaw, 1798), ayam ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Green Junglefowl, Javan Junglefowl, Forktail, atau Green Javanese Junglefowl, merujuk pada warna dan asal tempatnya.

Burung yang berukuran besar, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 60 cm pada ayam jantan, dan 42 cm pada yang betina. Jengger pada ayam jantan tidak bergerigi, melainkan membulat tepinya; merah, dengan warna kebiruan di tengahnya. Bulu-bulu pada leher, tengkuk dan mantel hijau berkilau dengan tepian (margin) kehitaman, nampak seperti sisik ikan. Penutup pinggul berupa bulu-bulu panjang meruncing kuning keemasan dengan tengah berwarna hitam. Sisi bawah tubuh hitam, dan ekor hitam berkilau kehijauan. 
Ayam betina lebih kecil, kuning kecoklatan, dengan garis-garis dan bintik hitam. Iris merah, paruh abu-abu keputihan, dan kaki kekuningan atau agak kemerahan. Ayam yang menyukai daerah terbuka dan berpadang rumput, tepi hutan dan daerah dengan bukit-bukit rendah dekat pantai. Ayam-hutan Hijau diketahui menyebar terbatas di Jawa dan kepulauan Nusa Tenggara termasuk Bali. Di Jawa Barat tercatat hidup hingga ketinggian 1.500 m dpl, di Jawa Timur hingga 3.000 m dpl dan di Lombok hingga 2.400 m dpl.
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dowload Gratis Kicau Cendet Spesial

8 Jul 2012

BANGDEX NEWS | Download Gratis Kicau Cendet Spesial, PENTET /Cendet/Toet/ Bentet adalah salah satu jenis burung predator yang pandai menirukan suara yang didengarnya, dan tentu saja bakat ini tumbuh dan berkembang sejak burung tersebut masih piyik/muda, seiring berkembangnya usia pola kicauan yang di dengar tersebut perlahan mulai di suarakan/dilagukan dengan sempurna sesuai dengan yang ia pelajari sejak kecil hingga dewasa.

Untuk Cendet yang hidup dan besar di hutan/kebun, tentu saja suara suara hutan/kebun yang ada di sekitarnya dan suara induknyalah yang pertama kali di dengar dan selanjutnya di pelajari, nah bagai mana dengan cendet yang kita rawat sejak piyik/trotolan yang ada di rumah kita?

PEMASTERAN…. Kalimat tersebutlah yang selalu dekat dan akrab di telinga kita.

Disini saya tidak bercerita tentang PEMASTERAN….. namun saya mencoba sedikit mengulas keselarasan antara KICAUAN dengan JENIS MAKANAN.

Sedikit pengantar….!!!

Saya pernah berfikir apakah mungkin Cendet yang masih bayi yang baru belajar makan bisa langsung berkicau, bergaya fighter, layaknya Cendet dewasa? dan tentu saja TIDAK MANJA!!!

Saya jawab BISA (walaupun pada kenyataanya tetap saja kembali lagi pada karakter dari burung tersebut yang tentu saja tidak sama).

Logika saya terbersit berawal dari burung kenari yang selalu gacor bila kita tempatkan dimana saja, berbeda dengan jenis burung lainnya. Dari sanalah saya mencoba mencari jalur horizontal untuk berexperimen dengan mengkaitkan KICAUAN dengan JENIS MAKANAN yang kita berikan.

Diawali dengan burung cendet yang saya dapatkan sekitar usia 2 mingguan yang baru keluar ekor sedikit dan masih di loloh. Saya mencoba mencampurkan PAKAN TAMBAHAN KENARI (cedee)+ BISKUIT BAYI (PROMINA BERAS MERAH) + VOOR (fancy) + KROTO bersih (EF lainnya) yang saya tumbuk lembut untuk meloloh cendet tersebut sampai cendet bisa makan sendiri secara continue tanpa dirubah sedikitpun.

Untuk jelasnya berikut pola rawatan yang saya terapkan sampai cendet bisa makan sendiri:

Sebelum penjelasan pola makanan, untuk PEMASTERAN sedikit saya selipkan, sejak usia 2 minggu sampai usia 2 bulan setiap malam mulai pukul 19.00 – 21.00 WIB. Cendet selalu saya master dengan perangkat elektronik (HP) dengan suara GEREJA TARUNG jeda LB jeda dan CILILIn jeda. Dengan interval waktu satu menit bunyi 2 menit diam.

Sehari harinya cendet trotol ini saya gantung berhimpitan dengan JALAK KEBO GACOR SEKALI dan KERAS, KENARI GACOR, dan MURAI BATU GACOR dengan jarak SANGAT RAPAT hanya sekitar satu jengkal tangan (+- 25 cm) semuanya tanpa di kerodong dengan tujuan agar cendet tersebut bersuara keras karena sekelilingnya HIRUK PIKUK SEKALI. Jika di visualisasikan penggantungan kurungnya kurang lebih (JALAK)-(CENDET ANAK)-(MURAI BATU)-(KENARI) semua dalam satu ruangan kecil.

LANJUT KE POLA MAKAN:

1. Haluskan pakan tambahan untuk kenari komplit biasanya di pasar burung di beri nama CEDEE + biskuit bayi promina beras merah + voor fancy + kroto (sesekali selingi UH, UB dan jangkrik) tumbuk sampai lembut dan di beri air secukupnya kemudian lolohkan pada cendet tersebut secara continue.

2. Setiap sabtu dan minggu loloh cendet dengan pisang ambon sampai siang jam 12.00 WIB(terpikir dari rawatan cucak jenggot) selanjutnya jam 13.00 WIB sampai sore lanjutkan kembali dengan ramuan diatas dan pisang di stop

3. Menginjak usia 1 bulan setiap malam beri UH kecil 3 ekor untuk cendet belajar mematuk makanan dan sesekali tetap di loloh namun interval meloloh mulai di kurangi.

4. Setelah cendet bisa mematuk makanan sendiri, ramuan pakan lolohan tersebut di stop, lanjutkan dengan voor fancy yang sebagian dihaluskan + yang kasar sedikit. Malamnya beri jangkrik kecil 3 ekor dan UH 2 ekor langsung di cepuk dan jangan di loloh lagi selamanya.

5. Rawatan diatas jangan di rubah rubah harus stabil baik porsi maupun jenis pakan yang di berikan.

Namun apapun itu TROTOLAN TETAPLAH TROTOLAN yang terpenting KITA MAU BERUSAHA MENCARI dan MEMBERIKAN YANG TERBAIK agar burung yang kita pelihara BISA TAMPIL MAKSIMAL baik dirumah maupun di tempat latihan bersama.

Perkara untuk RUMAHAN ataupun LOMBA kita pikirkan lagi nantinya. Namun seberapa besar KEPUASAN, hanya kita sendiri yang tau.



Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Download Gratis MP3 Kicau Burung Tledekan

5 Jul 2012




BANGDEX NEWS | Burung Tledekan lokalan ialah burung yang berasal dari pulau jawa, misalnya dari daerah ungaran, lereng merbabu, kedu utara, temanggung, wonosobo, sekitar lereng gunung prau, banjarnegara/purwokerto bagian utara dan timur laut. Untuk derah timur biasanya dari daerah gunung muria Jepara dan pati, tapi yang banyak beredar di pasar burung,terutama PB Karimata sekarang ialah Tledekan dari kalimantan dan sumatra.

Untuk mendapatkan burung Tledekan lokalan orang harus rela antri /pasang DP untuk mendapatkan Tledekan dari pemikat. Namun jika tidak sabar maka mereka rela terjun langsung mencari/memikat untuk mendapatkan seekor Tledekan lokalan demi untuk mendapatkan "si KLASIK " yg menawan ini.

DOWNLOAD MP3 KICAU BURUNG TLEDEKAN 

PASSWORD : bangdex.blogspot.com
Read Post | comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright BANGDEX NEWS 2012 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.